AS Lakukan Uji Coba Nuklir Terbatas

WASHINGTON - AS, Kamis (6/12/2012), mengatakan, pihaknya telah melakukan sebuah uji coba Baca Lagi ...

Ini Dia Pidato Lengkap Pengunduran Diri Menpora...

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng memutuskan mengundurkan diri Baca Lagi ...

Laporkan Pemerkosaan, Wanita Ini Malah Diajak...

Kuala Lumpur - Wanita berusia 32 tahun di Malaysia ini nyaris diperkosa oleh teman masa kecilnya Baca Lagi ...

Jepang Perintahkan Tembak Jatuh Roket Korut

TOKYO - Pemerintah Jepang, Jumat (7/12/2012), mengeluarkan perintah untuk menembak Baca Lagi ...

Pembantaian Itu Menghantui Xia Shuqin Selama 75 Tahun

NANJING - Tiga perempat abad setelah tragedi pembantaian oleh Jepang di Nanjing Baca Lagi ...

250 Film Impor Tunggak Rp 30 Miliar

Jumat, 25 Februari 2011 | 07:08 WIB

JAKARTA — Sembilan importir film yang membawa masuk 250 judul ke Indonesia dalam dua tahun terakhir ini menunggak pajak dan bea masuk Rp 30 miliar, belum termasuk denda. Jumlah tunggakan akan membengkak karena denda atas keterlambatan pembayarannya bisa mencapai 1.000 persen dari pokok tunggakan.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan hal itu di Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Menurut Agus, bagian yang harus diperjelas adalah masalah penetapan nilai pabean film impor. Selama ini importir hanya menetapkan nilai pabean atas dasar panjang rol film, yakni 0,43 dollar AS per meter. Itu yang menjadi dasar pengenaan bea masuk, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22.

Padahal, sebagai sebuah karya cipta, film memiliki keunikan dibandingkan dengan barang lain. Selain membayar ketiga pungutan tadi, importir film juga harus memperhitungkan nilai pabean yang didasarkan atas hak ciptanya, yakni royalti yang dibayarkan kepada produsen film di luar negeri. Atas dasar ini, importir dikenai lagi bea masuk sebesar 10 persen, PPN 11 persen, dan PPh Pasal 26 sebesar 2,75 persen, atau total 23,75 persen.

”Jika perhitungan pungutan itu hanya didasarkan atas panjangnya rol film, satu judul film hanya menyetor Rp 13 juta per salinan film. Padahal, satu film bisa mencapai 60.000 dollar AS,” kata Agus.

Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Thomas Sugijata mengatakan, sebelumnya, Badan Pertimbangan Perfilman Nasional melaporkan ada 52 judul film paling laris yang beredar di Indonesia pada periode 2009-2010. Seluruhnya diperbanyak menjadi 1.780 salinan film sehingga total pembayaran royalti pada periode itu mencapai Rp 570 miliar.

”Namun, dalam audit yang di lakukan, sebenarnya ada 250 judul film yang masuk, baik yang box office (film laris) maupun film biasa. Hasil audit menunjukkan adanya tunggakan Rp 30 miliar, belum termasuk dendanya,” tutur Thomas. (OIN)

sumber : KOMPAS

Lion Air Beli 15 Pesawat Perancis

Jumat, 25 Februari 2011 | 11:51 WIB

JAKARTA — Maskapai penerbangan Lion Air membeli 15 pesawat asal Perancis jenis ATR 72 seri 500. Ke-15 pesawat itu merupakan bagian dari 30 pesawat yang dipesan dari pabrik pembuat pesawat Turboprop ATR, yakni An Alenia Aeronoutica and EADS Joint Venture.

"Kegiatan terakhir yang saya saksikan dalam lawatan kami di Indonesia adalah penandatanganan nota kesepahaman pemesanan pasti atau pembelian 15 pesawat ATR 72 seri 500. Pesawat ini diproduksi oleh salah satu pelaku usaha kami di Perancis," ujar Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Industri Perancis Christine Lagarde saat menghadiri konferensi pers bersama dengan Menteri Keuangan Agus Darmawan Wintarto Martowardojo, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution.

Dalam siaran pers yang dipublikasikan

Bakso Super Spesial Pak Diran

Senin, 21 Februari 2011 | 07:22 WIB

Apakah anda pernah mendengar Bakso Makaliwe? Yang tinggal di daerah Grogol pasti tahu dong bakso makaliwe ini, bakso yang sangat terkenal di daerah barat ini memang sangat dicari meskipun tempatnya lumayan terpencil. Sebenarnya nama bakso ini adalah Pondok Bakso Super Spesial Pak Diran, tapi orang-orang lebih suka menyebutnya Bakso Makaliwe.

Nama pemiliknya memang Pak Diran, dan sekarang beliau sudah almarhum. Pak Diran yang berasal dari Tegal ini memulai usaha baksonya sejak tahun 1981. Dulu beliau masih berjualan menggunakan pikulan, kemudian berkembang hingga sekarang menempati sebuah warung yang cukup nyaman. Setelah Pak Diran meninggal dunia, usaha baksonya di teruskan oleh adiknya dan terus berjalan sampai sekarang ini.

Menurut tukang parkir yang mangkal disitu, kalau sedang jam makan siang ramai sekali, sehingga banyak juga pelanggan yang makan di mobil. Apalagi kalau hari Minggu, wah bisa mengantre katanya. Hmm... semakin penasaran kan dengan kelezatan bakso Makaliwe ini. Yuk kita cobain.

Bakso Makaliwe ini ukurannya lumayan besar, dan seperti bakso pada umumnya, ada mie, soun, ataupun bihun, tinggal pilih sesuai selera. Kali ini saya pilih dengan menggunakan soun. Pesanan saya pun segera diantar, wangi kuahnya pun tercium ... wah membuat saya tambah lapar. Apalagi cuaca sedang mendung begini, enak banget makan yang hangat-hangat seperti bakso. Kita tambahkan sambal dan kecap supaya rasanya tambah mantap, karena saya suka pedas makanya saya tambahkan dua sendok sambal.

Enak banget baksonya, dagingnya lembut dan lezat. Kuahnya juga sangat enak. Buat Anda yang suka dengan tetelan, disini juga tersedia tetelan. Nggak akan rugi deh makan disini, selain murah meriah rasanya juga sangat enak.

Nah supaya tidak nyasar, lebih baik anda lewat dari Jalan Muwardi, terus saja sampai ketemu Pasar (sebelah kanan), kemudian ada pertigaan belok kanan, ikuti saja jalannya sampai melewati rel kereta api, langsung belok kiri, terus saja kira-kira 200 meter sampai deh di Pondok Bakso Super Spesial Pak Diran – Makaliwe. (Ita)

sumber : KOMPAS.com

Gemuruh Air dan Misteri Matinya 100 Paus

Senin, 21 Februari 2011 | 07:20 WIB

WELLINGTON - Lebih dari 100 ikan paus pilot mati karena terdampar secara massal di satu pantai terpencil di Selandia Baru, kata beberapa pejabat pelestarian alam, Senin (21/2/2011).

Beberapa pendaki pada Minggu (20/2/2011) juga menemukan 107 ikan paus yang terdampar di pantai Stewart Island, di lepas pantai di sebelah baratdaya South Island.

Beberapa ikan paus dilaporkan sudah mati dan petugas DOC harus menyuntik mati 48 ikan paus lainnya sebab tak ada harapan untuk bisa mengirim mereka

Mengenang Gesang, Sang Maestro Keroncong

Senin, 21 Februari 2011 | 07:02 WIB

Sekali kuhidup, sekali ku mati/Aku dibesarkan di bumi pertiwi Akan kutinggalkan warisan abadi/Semasa hidupku sebelum aku mati Lambaian tanganku panggilan abadi/Semasa hidupku sebelum aku mati Lirik lagu berjudul Sebelum Aku Mati ciptaan almarhum Gesang Martohartono, terdengar menggema dinyanyikan oleh dua gadis kecil, Sabtu (19/2) malam, di pelataran Pasar Windu Jenar Solo, yang juga kompleks pasar malam Ngarsapuro, Solo, Jawa Tengah.

Malam itu, kenangan akan Gesang yang terkenal sebagai pencipta lagu Bengawan Solo yang populer hingga ke beberapa negara di dunia, kembali hadir di tengah masyarakat Kota Solo. Tak hanya kelu arga dan kerabat Gesang, para undangan dan pengunjung pasar malam pun menikmati lagu-lagu keroncong karya Gesang, saat menyaksikan peluncuran buku berjudul Gesang Sang Maestro .

Buku karya Kastoyo Ramelan, mantan wartawan di beberapa majalah (Tempo dan Gatra) , menceritakan tentang kisah hidup Gesang sebagai maestro keroncong, baik deritanya, kebahagiaannya hingga kekayaannya sebagai komponis legendaris.

"Saya pertama kali wawancara dengan Pak Gesang sangat terkejut dengan ceritanya. Kemelaratan ternyata tidak menimbulkan kesakitan jiwa dan kerusakan pikiran pada Gesang. Ia tetap biasa. Bagi saya ini sosok pribadi yang sangat langka dan layak ditulis," ujar Kastoyo.

Tak hanya disuguhi permainan musik keroncong dari Orkes Keroncong Swastika Solo dan lantunan lagu dari para penyanyi keroncong di Kota Solo, masyarakat Kota Solo juga mendapat kesempatan melihat becak tua, dan sepeda motor butut yang sering digunakan Gesang pada akhir masa hidupnya. Bahkan Pak Sunar yang biasa mengantarkan Gesang keliling dengan becaknya pun hadir.

"Pada waktu Pak Gesang masih sehat, saya sering mengantar dia ke keliling kampung, juga ngantar Pak Gesang ambil uang di bank," cerita Sunar.

Peluncuran buku tentang Gesang yang diselenggarakan Yayasan Gesang Jakarta, dihadiri s ejumlah tokoh masyarakat, antara lain Sumartono dan Priyo Hadi Sutanto (Perkumpulan Masyarakat Surakarta), dan Pemimpin Bank Indonesia Solo Doni P Joewono.

"Kami bersyukur buku biografi Gesang bisa terwujud. Sebetulnya buku ini harusnya selesai waktu Gesang masih hidup, tetapi karena ada kendala buku ini baru bisa terwujud sekarang. Kami berharap buku ini bermanfaat dan menjadi spirit serta inspirasi bagi generasi muda," ujar Didit Bagus Pratando, Ketua Yayasan Gesang.

Kenangan akan Gesang juga membuat penyanyi keroncong Waldjinah yang juga Ketua Himpunan Artis Musik Keroncong Republik Indonesia (Hamkri) Surakarta beserta pengurus Hamkri datang menghadiri acara tersebut. P engamat musik Bens Leo juga terlihat hadir pada acara tersebut.

"Tokoh Gesang menarik perhatian. Tidak hanya pada karya ciptanya, tetapi juga daya ingatnya yang luar biasa. Dia hafal betul kapan tampil di Jepang dan beberapa negara," ujar Bens.

Aroma musik keroncong pun sangat terasa. Sejak awal acara, lagu Bengawan Solo terus dinyanyikan dalam acara tersebut. Bahkan saat selubung buku replika buku Gesang Sang Maestro dibuka,

Siang Mengemis, 14 Malam Tidur di Hotel

Senin, 21 Februari 2011 | 04:56 WIB

BIREUEN - Sejumlah warga Kota Juang Bireuen, Aceh, mengaku terheran-heran dengan perilaku pria berinisial Abd (50), warga Desa Blang Paseh, Sigli, Pidie.

Pasalnya, pria tersebut mencari nafkah dengan mengemis di Bireuen. Tapi, pada malam hari ia bersama istrinya, Njh (41), justru menginap di hotel.

Pengemis bertubuh tambun dan berjenggot pirang, dengan rambut yang sudah ubanan itu, kini dilaporkan mulai meresahkan masyarakat Bireuen.

Hasil penelusuran Serambi Indonesia, hingga Sabtu (19/2/2011) lalu, si pengemis sudah dua pekan menginap di hotel tersebut. "Kami heran ada pengemis tidur di hotel. Kalau siang mengemis di desa kami, padahal ia tampak sehat dan segar bugar," ujar Yahya, seorang warga.

"Setiap pagi kami temukan bapak berjengot itu pakai baju koko, kain sarung, dan peci haji bersama istrinya sarapan pagi di sebuah warung dekat hotel tempat ia menginap," imbuh warga Geulanggang Baroe, Kota Juang, Bireuen.

Mustafa dan Amirul Mukminin dari Desa Geulanggang Baroe juga sependapat dengan Yahya. Mereka berharap Pemkab Bireuen melalui

Jenazah Putra Yasin Limpo Tiba

Senin, 31 Januari 2011 | 20:06 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Jenazah Rinra Sujiwa Syahrul tiba di rumah duka, Jalan Sungai Tangka, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/1/2011) tepat pukul 20.05 Wita. Peti jenazah ditandu 10 praja IPDN.

Jenazah diserahkan oleh Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, mewakili IPDN, dan diterima langsung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Air mata

Liverpool Lepas Torres

Selasa, 1 Februari 2011 - 06:26 wib

LIVERPOOL – Kubu Liverpool akhirnya sepakat dan bersedia melepas Fernando Torres ke Chelsea. The Reds setuju dengan nilai yang diberikan Chelsea.

Setelah melalui proses negosiasi panjang, kedua klub akhirnya menemui kata sepakat. Rumor yang berkembang Liverpool menerima tawaran sebesar besar dari Chelsea. Kubu The Blues bersedia membayar 50 juta poundsterling sisa kontrak Torres dan 45 juta pounds sebagai transfer murni. Torres akan segera berangkat ke London untuk menjalani serangkaian tes medis.

Chelsea sudah sempat mengajukan tawaran pertama pada pekan lalu, namun ditolak Liverpool. The Blues menaikan harga sambil menawarkan striker Nicolas Anelka dan pemain muda Daniel Sturridge sebagai tambahan.

Kubu Liverpool boleh jadi tidak pikir dua kali dalam melepas Torres. Pasalnya, The Reds sudah mendapatkan striker Luis Suarez dari Ajax Amsterdam. Selanjutnya, proses negosiasi dengan Newcastle untuk mendapatkan Andy Carroll dan dengan Blackpool untuk Charlie Adam, berjalan lancar.

The Reds sepakat dengan nilai 35 juta pounds untuk mendatangkan Carroll ke Anfield. Striker muda Inggris tersebut akan datang ke Merseyside hari ini, Selasa (1/2/2011), dan menjalani tes medis.

Bila Suarez dan Carroll sudah resmi, maka manajemen The Reds bisa membatalkan negosiasi dengan Adam dan Blackpool.
sumber : okezone

Pendapatan Oprah Nyaris Rp 3 Triliun!

LOS ANGELES — Julukan orang terkaya di jagat hiburan rupanya belum juga lepas dari "Ratu Talkshow" Oprah Winfrey. Lihat saja, selama tahun 2010, pendapatan yang diperolehnya saja mencapai angka 315 juta dollar AS atau Rp 2,84 triliun.

Jumlah tersebut menempatkannya di posisi pertama sebagai selebriti dengan pendapatan paling besar selama tahun 2010 versi majalah Forbes.

Posisi kedua ditempati sutradara film Titanic dan Avatar, James Cameron. Sukses Avatar membawa Cameron menjadi sutradara paling tajir pada tahun 2010 dengan pendapatan mencapai 210 juta dollar AS (Rp 1,89 triliun). Urutan tiga besar ditutup oleh sutradara Tyler Perry dengan perolehan pendapatan 125 juta dollar AS (Rp 1,12 triliun).

Sejumlah sutradara mendominasi posisi sepuluh besar selebriti terkaya. Mereka adalah Steven Spielberg, Jerry Bruckheimer, George Lucas, dan Michael Bay.

Sementara itu, di dunia tarik suara, posisi artis terkaya ditempati Beyonce Knowles. Ia berada di posisi kesembilan dengan pendapatan sebesar 87 juta dollar AS. Selanjutnya ada Britney Spears di urutan ke-13, dan Lady GaGa di urutan ke-14.

Adapun penyanyi Madonna, Miley Cyrus, dan Taylor Swift berada dalam 20 besar.

sumber: KOMPAS.com

Mungkin Anda Tertarik